Cerpen [ Negeri Dibalik Cermin ]

Negeri dibalik Cermin

Disuatu pagi yang sunyi ditemani gemercik air yang jatuh dari atap rumah, aku kembali bangun seperti biasanya untuk bersiap berangkat kesekolah “Ryuu,cepat turun dan makan sarapanmu”ucap ibu sambil mengetuk pintu kamar “iya bu sebentar lagi aku turun”kataku sambil malas – malasan ,”aku adalah Ryuu Kento seorang anak sma yang selalu berusaha mencari cara bagaimana cara untuk menemukan dunia dimana semua orang bisa tersenyum bahagia,hmm lucu kalau mendengarnya tapi aku percaya bahwa dunia seperti yang dimimpikan ayah itu pasti ada” ,sambil memakan roti aku bergegas berlari menuju sekolah akan tetapi tiba – tiba ada seorang perempuan yang berlari kearahku lalu menabraku ... Gubrak !! “ahh...kenapa ini “ ucapku sambil mengeluh kesakitan,lalu aku melihat kearah depan seketika darahku terpompa karena ada seorang perempuan cantik dengan rambut berwarna putih panjang yang menutupi setengah mukanya didepanku dan tanpa pikir panjang aku berbicara “anoo ... kamu siapa ? bukan,maksudku namamu ?”,lalu perempuan tersebut menjawab “Yuuki” dan saat itu juga mungkin aku sudah jatuh cinta pada perempuan bernama Yuuki yang baru saja aku tabrak pagi ini.
Bel sekolah berbunyi dan aku langgsung berlari menuju kelasku dan beruntung aku masih sempat menghadiri kelas pertama tanpa telat,”yoo Ryuu kenapa kok keliatanya kau kaya abis  dikejar hantu ?” sambil tertawa Yuko memukul pundaku “ahh pagi ini sungguh pagi yang luar biasa” sambil tersenyum sendiri aku memandangi langit dan bintang – bintang “hah kau kenapa sih?sakit ya ?”sambil memegang dahiku Yuko lalu menyentilnya “aww,oy ini sakit tau”karena kesal dengan kelakukan Yuko akupun pergi dari kelas dan berlari menuju atap sekolah lalu memutuskan untuk tidur disana sampai istirahat selesai.
Terbangun dari tidur sambil melihat langit yang sudah mulai gelap “sial aku ketiduran”bergegas keluar dari sekolah menggunakan jalan rahasia agar tidak ditemukan oleh guru yaitu lewat jalan berlakang sekolah menuju hutan ,sebelum sampai dirumah aku memutuskan untuk berhentik ditempat biasa aku menghabiskan waktu dengan ayah dulu,sambil duduk dipingir sebuah batu dipinggir kolam “ayah apakah benar dunia yang ayah bilang waktu itu ada?”,”ada!” sambil melihat kebelakang kearah sumber suara itu dan yang terjadi adalah ... “kau perempuan yang tadi pagi?”,dia menunjuk kearah kolam sambil berkata “dunia yang kamu cari ...” angin mendadak menjadi kencang dan tidak terkendali disertai oleh hujan deras,lantas akupun bergegas membawa perempuan itu kesebuah gua kecil untuk berlindung dari hujan dan terkejut bukan main saat aku melihat kearah perempuan itu aku tidak bisa berkata apapun karena malu setengah mati “bisa – bisanya aku membawa perempuan ketempat seperti ini”ucapku dalam hati sambil menahan malu ...
“apa ada yang salah denganku?”tiba –tiba perempuan itu bertanya kepada dengan nada yang datar ditambah mukan cantiknya yang polos .. “aa tidak aku Cuma ingin bertanya namamu siapa?“ sambil berfikir apa yang aku katakan?? Tiba –tiba dia tersenyum lalu tertawa dan tanpa pikir panjang akupun bahagia melihat dia tertawa lalu ikut tertawa bersamanya disebuah gua didalam hutan dekat kuil ditemani oleh suara air hujan dan binatang dan sekali lagi aku berkata didalam hati “kalau begini cara aku bisa benar –benar menyukainya”Hujan mulai reda dan kami berdua keluar dari gua tersebut dan perempuan itu berkata “Yuuki,jangan sampai lupa ya” sambil tersenyum kepadaku dia berlari menuju arah yang berlawan dengan jalan pulang menuju rumahku,sampai rumah aku disambut hangatnya teh dan air hangat yang disiapkan untukku mandi setelah mandi aku bergegas menuju ke kamarku lalu mencatan sebuah catatan dikertas dan menempelnya dilemari bajuku .. tulisanya itu ada “Yuuki”
“tunggu! Oy ! tunggu mau pergi kemana kau? Oy ! dengarkan aku sebentar saja .. oy !” akupun terjatuh dari kasurku dengan kondisi setengan tidur “mimpikah” akupun melihat kalender yang menunjukan bahwa hari ini adalah hari minggu berarti sekolah libur dan akupun memutuskan untuk pergi kekuil dihutan untuk berdoa
Saat aku sampai di kuil aku bedoa agar tuhan mempertemukan aku dengan perempuan yang kutemui kemari,dan saat aku melihat keluar aku melihat seseorang laki – laki dewasa dengan anak perempuan disampingnya “tunggu!” ucapku sambil berlari kearah mereka, sadar bahwa aku telah loncat dan terjatuh ketangga kuil “aah cairan apa ini?merah?” seketika aku tak sadarkan diri.
Tersadar bahwa aku sudah pingsan kulihat disekelilingku adalah ruangan yang tidak aku kenal dari motif,barang dan juga keadaan sekitar “kamar ibuku mungkin?” bertanya kepada diri sendiri sambil berjalan dan melihat seisi kamar yang aneh ini tiba –tiba aku melihat sebuah foto “ini kan..” sambil berfikir keras aku berusaha mengingat wajah orang itu “ayah?!” kenapa foto ayah bisa ada disini? tanyaku kebingungan sampai membuatku berkeringat “tok ! tok ! tok !” terdengar ketukan dari pintu itu akupun langgsung mengambil posisi untuk melawan karena siapa tau aku sedang diculik oleh penculik,tak lama setelah ketukan pintu itupun akhirnya terbuka dan keluarlah sosok perempuan yang mukanya tidak asing lagi bagiku “Yuuki?” ucapku gugup “Namamu?” dia berbicara kepadaku tetapi aku tidak kuasa untuk berbiaca kepadanya “Namamu?” dia bertanya lagi kepadaku dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya “Namamu!?” belari kearah mukaku sambil mengatakan namamu? Aku yang panik dan tidak bisa mengontrol emosi dalam diriku akhirnya membuatku pingsan lagi.
Tidak lama kemudian aku terbagun dalam kondisi setengah tidur dan merasakan bantal yang sangap empuk lalu aku berfikir sejenak tentang apa yang baru saja terjadi,sambil berfikir akupun memegang kepala bagian bawahku dan terkejut “lembut sekali..bantal apa ini?dirumah tidak ada bantal yang selembut ini” lalu aku tersadar dan melihat bahwa aku sudah ada dipanggkuan seorang perempuan “aaa..” panik dan mencoba untuk bangun namun sayang kepalaku terbentur oleh kepala perempuan itu “ kenapa?” ucap perempuan itu,akupun teringat omongnya yang bertanya namaku dan bergegas berdiri sambil berkata “ Ryuu .. Ryuu Kento”,dia melirik kearahku sambil berkata “Nama yang indah”darahku kembali bergejolak pikiranpun mulai tidak karuan dan seketika mulutku berbicara dengan tanpa aku yang menghendaki “Yuuki,aku menyukaimu!” sambil memegang tanganya dan melihat pipihnya yang mulai memerah aku ... sambil tersenyum dan memegang tanganku menuntunku keluardari kamar itu.
Betapa terkejutnya aku saat keluar dari kamar itu dan melihat sekelilingku adalah sebuah ruangan yang besar dan megah yang dijaga oleh penjaga dengan pedang dan baju besinya lalu sambil berjalan denganya menuju suatu ruangan yang besar dipenuhin oleh banyak penjaga aku melihat suatu cermin dan bertanya padanya “ Nee Yuuki,ada dimana kita?mau kemana kita”,salah satu penjaga itu mendekatiku dan berkata kepadaku “Tempatmu bukanlah disini” dengan sangat terkejut aku panik sambil mengucap “Tempatmu bukan disini?” dalam hati merasakan rasa takut yang luar biasa sehingga membuat kakiku diam tidak mau bergerak,”Putri seharusnya anda tidak membawa orang permukaan kesini,itu hanya akan membawa malapetaka bagi negeri ini!” akupun berfikir tentang apa yang penjaga itu katakan “tunggu sebentar .. putri?” sambil melihat kearah Yuuki aku mengucap “kau,putri? Seketika aku ditarik kearah sebuah cermin dan masuk kedalamnya ... jatuh dari tempat tidur dan masih setengah tidur “mimpikah?”....
Bangun dari tidur dan bersiap berangkat kesekolah sambil berlajan aku memikirkan tentang apa yang aku mimpikan kemarin malam tentang suatu tempat dan perempuan yang aah.. entah aku tidak ingat namanya padahal itu sepertinya sesuatu yang penting tapi kenapa aku bisa sampat lupa namanya andai aja otaku ini bisa lebih berguna sedikit aku mengerutu sambil menendangin batu kecil disekitarku melihat jam tanggan sudah pukul delapan lewat lima,bergegas berlari pasrah menuju kesekolah karena jam segini sudah pasti telat tapi aku tetap masuk kekelas dan mendapatkan hukuman karena terlambat masuk kekelas.
Sambil berdiri dikoridor dan menghadap kan mukaku kebawah aku berfikir “pulang nanti apakah aku mampir ketempat biasanya ya?”,bel jam pelajaran kedua berbunyi dan aku bersiap mengikuti pelajaran selanjutnya,bel istirahatpun berbunyi aku langgsung berjalan menuju atap sekolah untuk makan dan bersiap untuk tidur akupun langgsung bersiap untuk tidur karena kupikir aku sedang tidak lapar jadi aku memutuskan untuk tidur tanpaku sadari akupun tertidur diatap sekolah dengan nyenyaknya, akupun terbangun dari tidurku dan lagi – lagi aku menatap langit yang sudah mulai gelap dan itu adalah pertanda bahwa aku sudah tidur sampai jam sekolah berakhir.
Aku berlari menuju tempat biasa yang aku kunjungi pada saat pulang sekolah menuju kerumah saat diperjalanan aku menemukan anak kucing yang sedang tergeletak dijalan dengan luka diantara kakinya, lantas aku mengambilnya dan membawa “kenapa kucing ini?” sambil berlari panik menuju tempat persembunyianku didalam hutan, sampailah aku pada tempat rahasiaku denngan segera aku merawat luka kucing tersebut dengan alat dan obat yang ada disekitarku “baiklah sepertinya sudah hampir selesai”sambil mencari obat terakhir “loh?kok kurang satu lagi”bingun sambil mencari –cari obat yang kurang itu.
Berjalan menuju pintu sambil mencari obat yang hilang itu “duh kemana ya aku harus mencari obat yang terakhir?” tiba –tiba ada suara “apa yang sedang kau cari?” aku langgsung melihat kearah suara itu dan betapa terkejutnya saat aku melihat bahwa Yuuki ada disana sambil membawakan sebuah tanaman “apa yang kau bawa ditanganmu itu?” tanyaku sambil berfikir tentang kebetulan yang sering terjadi padaku ini “ini obat untuk mengobati luka kucingku” , sambil terheran –heran aku berbicara “Ku?” lalu dia menjawab “iya kucing itu adalah keluargaku dari negeriku” tambah dibuat heran aku ketika dia mengucapkan bahwa kucing yang terluka itu adalah keluarganya.
“tunggu –tunggu aku masih tidak mengerti tentang apa yang terjadi dan apa yang ku lihat ini!” bentaku kepadanya “memangnya apa yang salah denganku?” tanya Yuuki kepadaku sambil membuat sebuah ukiran aneh ditembok “apa yang sedang kau lakukan?” tanyaku kepadanya “Cermin ini apakah kau masih ingat ada dimana?” dengan nada serius dia berbicara “cermin..ah itu adalah cermin peninggalan ayahku tempat berada pada gudang dibawah rumahku” diapun tersenyum sambil mengengam tanganku dan berkata “akhirnya aku bisa pulang kerumah” dengan heran karena kata –katanya aku bertanya “bisa pulang?memang kau tinggal dialam cermin?” dengan cepat dia berbicara “apakah kau sudah lupa” sambil menangis dan berlari menjauh dari tempat persembunyian, ada apa dengan dia kenapa selalu muncul secara tiba –tiba dan mengatakan kata –kata yang sulit aku mengerti.
Sesampainya dirumah aku berusaha untuk mengingat apa yang tadi ditanya olehnya dan berfikir apakah aku pernah berjumpa denganya dimasa lalu”cermin peninggalan ayah!”dengan segera berlari menuju gudang dibawah rumahku,”cermin apa ini?kelihatanya seperti pintu ketimbang cermin” lalu melihat sekeliling dan menemukan sebuah permata mengilap berwarna biru “permata apa ini?” disaat aku mengarahkanya keatas tiba –tiba permata ini mengeluarkan cahaya yang mengarah pada cermin aneh itu.
Akupun mengikuti arah cahaya itu dan terkejut karena permata itu terbang dan menempel ditempat yang sebelumnya kosong lalu saat aku melihat kedalam cermin aku melihat sebuah desa yang sepertinya aku pernah melihat desa ini sebelumnya tapi dimana?terdiam seketika sambil berfikir lalu aku melihat dia didalam cermin itu “Yuuki?” dia melihat kearahku sambil berlinang air mata lalu memalingkan pandanganya dariku “Oy kenapa?,Yuuki!” teriaku sambil memegang cermin itu dengan kedua tanganku dan tanpaku sadari aku sudah berada diatas langit, aku terkejut karena sebelumnya aku ada didalam gudang rumah tapi kenapa tiba – tiba aku sudah ada dilangit lepas.
Gubrak!! “dimana aku?” dengan bingung aku bertanya kepada diriku sendiri lalu ada seorang penjaga yang menghampiriku dan bertanya “siapa kamu?,dari mana asalmu?” terdiam karena takut mendengar suaranya yang keras dan tegas akupun menjawab dengan terbata –bata “R-Ry-Ryuu” tiba –tiba penjaga itu menancapkan pedangnya ke tanah dan berkata “jawab dengan lantang kau ini seorang lelaki!” dengan sikap aku menjawab “Ryuu dari kota yang bernama bogor” penjaga itu diam terbingun karena tidak pernah mendengar kota yang bernama bogor “lantas apa yang kau kau lakukan disini?” jawabnya dengan segera “aku mencari seorang perempuan yang bernama Yuuki,apakah kau tau dimana dia?” aku berdiri dan secara cepat dan tiba –tiba penjaga itu mengarahkan pedangnya kearahku sambil berkata “hey orang asing apa yang ingin kau lakukan dengan putri yuuki?” dengan terdiam dan berfikir “putri?yuuki?” lantas aku berbicara “bisakah kau antarkan aku kepadanya?”, penjaga itu terdiam dan mulai  menunjukan jalan menuju perempuan itu.
Sampailah aku disebuah gerbang istana yang besar dan megah yang dijaga oleh banyak penjaga dengan gagahnya pintupun dibuka dan penjaga itu menyuruhku untuk masuk kedalam istana itu dan akupun berjalan masuk kedalam sebuah bangunan yang besar lalu didalamnya sudah ada seorang laki –laki dan seorang perempuan “Yuuki?” perempuan itu melirik kearahku dan menghampiriku “kenapa kau kemari?” lalu laki –laki yang berdiri disampingnya datang menghampiriku dan berkata sambil mengeluarkan air mata “kau kenapa pak tua?” tanganya menyenyuh wajahku sambil berkata “maafkan ayahmu yang tidak berguna ini nak” seketika air mata keluar dari mataku dan aku bertanya –tanya dalam hati “hah?kenapa aku menangis” perempuan itu mengengam kedua tanganku sambil berkata “kaka” akupun makin bingung dengan keadaan disekitarku “ayah?kaka?apa maksud kalian?siapa kalian ini?” sambil berlari keluar aku berfikir “kenapa ini?” saat berlari dikoridor aku menabrak salah satu penjaga disana “orang permukaan sudah tidak memiliki tempat disini!” menambah kebingunganku tentang apa yang terjadi aku berlari hingga sampai di atas bangunan yang megah itu dan ternyata aku sendang ada didalam sebuah istana.
Berteriak diatas istana dengan air mata yang terus menerus keluar tak mau dihentikan “Kenapa ini terjadi padaku?” sekarang aku ingat tentang apa yang terjadi saat aku kecil, bahwa aku pernah berkunjung ketempat aneh bersama ayah dan adiku tapi setelah itu mereka menghilang dari pandangan lalu fikiranku tubuhku lama kelamaan mulai transparan dan mulai menghilang satu –demi satu dari arah bawah “k-kenapa ini?” mereka mengejarku sampai keatas istana dan berkata “mungkin sudah saatnya” mereka memeluku sambil menangis bersamaan denganku lalu seketika semua menjadi terang dan pemandangan disekitarku berubah menjadi putih dan Yuuki berkata “namaku Yuuki Kento”. 
Tersadar aku lalu bangun dari tidurku dan berjalan kebawah untuk sarapan “Ryuu kamu kenapa?” tanya ibuku yang melihatku sarapan sambil menangis “ah ini tidak apa aku hanya mendapatkan mimpi yang sangat indah yang baru pertama kali ku rasa,entah mengapa mimpi ini begitu nyata” sambil memakan sarapanku “apakah kau sudah menemui ayah dan adikmu?” pertanyaan ibuku ini membuatku berhenti mengunyah “ibu,kau sudah tau tentang semuanya?” ibu menjawab “iya ibu sudah tau semuanya” dengan nada yang tinggi “Lantas kenapa tidak mengatakan kepadaku!?” ibuku menangis dan berkata “aku takut kau akan pergi mencari ayahmu dan tak pernah kembali lagi kerumah” berjalan menuju pintu sambil memakan roti “sepahit apapun kenyataan itu akanku hadapi dan tetap tersenyum setidaknya untuk hidupku ini”,dan terakhir aku berkata dalam hati “jadi orang yang aku sukai itu adalah adiku...sungguh menyakitkan rasanya tapi mau bagaimana lagi aku tak akan pernah bisa mendapatkanya” berlalri menuju sekolahku dan bersiap untuk pelajaran pertama.

Create By : M Salfiq Putra B


0 komentar:

Copyright © 2013 Let's Learn And Play !